Cari Blog Ini

Memuat...

Jumat, 24 Juni 2011

IQ TERTINGGI DUNIA "WILLIAM JAMES SIDIS"

mungkin semuanya terkejut ternyata bukan einstein atau davinci yang memiliki IQ tertinggi ,tapi adalah  William James Sidis,seorang pria berkewarganegaraan amerika

bayangkan dalam usia 11 tahun saja sudah masuk ke Universitas Harvard,sidis pun menguasai 200 bahasa,bahkan ia pernah menguasai 1 bahasa hanya dalam 1 hari,memang luar biasa ,

Kamis, 23 Juni 2011

aktifasi mesenfalon ... mencerdaskan

Next Generation Memories Will Be Improved By Noise? [komen tentang aktivasi Mesensefalon]^^

 Beberapa minggu lalu, saya sengaja meluangkan waktu untuk menghadiri suatu ceramah ilmiah menarik di masjid. Tema yang dibahas adalah aktivasi mesensefalon yang sekarang sedang digandrungi para orang tua yang ingin anaknya menjadi lebih cerdas, kreatif, daya ingat kuat, dan berkepribadian baik. Uniknya, yang menjadi pembicara adalah seorang dokter spesialis bedah, bukan dokter saraf yang pastinya lebih relevan dan kompeten mengupas ilmu Saraf, dalam hal ini mengenai aktivasi mesensefalon.
Sebelum acara tersebut, saya membaca buku tentang aktivasi mesensefalon yang ditulis oleh seorang spesialis saraf. Dalam buku tersebut, disebutkan bahwa provider pelatihan mesensefalon tidak memiliki latar belakang neurosains, teorinya tidak dilandaskan pada jurnal ilmiah, metodenya “tertutup” sehingga tidak bisa dievaluasi dan potensial untuk manipulasi, parameter keberhasilan aktivasi mesensefalon sangat subjektif, tidak standar, irelevan, dan terlalu banyak dipengaruhi faktor eksternal. Kesimpulannya, aktivasi mesensefalon ini tidak ada landasan ilmiahnya sama sekali dan perlu diwaspadai oleh para orang tua lantaran rawan dimanfaatkan sebagai alat pengeruk keuntungan ekonomi semata! (Harga yang dipatok untuk aktivasi mesensefalon itu lebih dari 6 digit.)
Akan tetapi, dokter bedah ini menyatakan pendapat yang berlawanan dengan sang dokter saraf. Sang dokter bedah menyatakan bahwa aktivasi mesensefalon memiliki landasan ilmiah dari buku Fisiologi Guyton bab 37. Katanya, dalam buku itu disebutkan bahwa mesensefalon dapat diaktifkan dengan beberapa stimulus: gerakan yang teratur, rangsang auditori dan visual, serta rangsang viseral. Stimulus tersebut dapat mencetuskan apa yang dinamakan ”reaksi kewaspadaan” dan dapat mempengaruhi seluruh bagian otak. Dokter bedah tersebut juga mengatakan bahwa aktivasi mesensefalon juga terinspirasi dari sejarah Islam. Tentunya kita ingat salah satu tanda Rasulullah menerima wahyu adalah terdengarnya bunyi lonceng. Ini yang dimaksud sebagai stimulus auditoris. Kemudian kita juga tahu bahwa puasa memiliki berbagai efek positif terhadap kesehatan karena pada saat puasa diproduksi zat-zat tertentu yang mempengaruhi tubuh, termasuk otak. Ini yang dimaksud sebagai stimulus viseral. Akan tetapi, bagaimanapun persuasifnya penjelasan sang dokter bedah, sikap skeptis saya tidak luntur begitu mudah. Saya masih melihat beberapa kecacatan saintifik dari metode aktivasi masensefalon sebagaimana yang disebutkan dalam buku yang ditulis oleh sang dokter spesialis saraf.
Baru saja saya membaca artikel menarik dari situs Technology Review, Next Generation Memories Will Be Improved By Noise. Awalnya, saya pikir ini berkaitan dengan Neurologi. Tapi di pertengahan artikel saya tertawa…ini pembahasan Fisika tentang suatu komponen elektronik yang disebut memristor!
Memristor baru diciptakan pada tahun 2008, suatu komponen yang resistensinya bergantung pada jumlah arus yang telah lewat sebelumnya. Jadi, seperti resistor yang punya memori. Karena kemampuannya untuk menyimpan informasi, komponen ini akan digunakan dalam pembuatan microchip. Awalnya, para fisikawan mengira gelombang suara akan mengacaukan kerja memristor. Pada penelitian selanjutnya oleh Stotland dan Di Ventra,  ternyata terbukti bahwa kerja komponen ini dapat ditingkatkan dengan suara frekuensi tertentu! Mekanisme detilnya masi belum diketahui. (Jadi, saintis fisika pun masih bertanya-tanya, ”Fisika macam apa ini yang terlibat?”)
http://neurobsession.wordpress.com/2011/05/02/next-generation-memories-will-be-improved-by-noise-komen-tentang-aktivasi-mesensefalon/